malam yang gelap dan dingin...
angin berhembus pelan, hampir tak bersuara, bekas gerimis semalam masih nampak, seperti jejak kaki yang sengaja di tinggalkan. kejauhan tampak lah rumah putih diujung jalan, kelam, sendiri, tak tampak nafas kehidupan dirumah tersebut. tiba-tiba suara diam di dipecahkan oleh jeritan nyaring, bagai tangan setan mengoyak malam, lalu diam.
detak-detak tak beraturan, mulai geliati setiap rumah...
"ayah... terjadi lagi yah... terjadi lagi..." betina disebuah rumah menatap liar ketakutan. "stt.... diam bu,, diam!" lelaki itu mencoba menyabarkanya. " aku tak sanggup lagi yah, sampai kapan terus begini, sampai kapan yah !!" betina melolong histeris. "sampai salah satu dari kita harus terkorban..." lelaki menatap kosong, bagai menembusi beton rumah tua nya. (bersambung..)
No comments:
Post a Comment